Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Kurang tidur jangan dianggap sepele. Jika kondisi ini terus bertahan dan berlangsung setiap hari maka dapat menimbulkan dampak serius bagi tubuh. Apa saja dampak kurang tidur yang sangat membahayakan bagi tubuh bisa disimak dalam artikel ini.
Kebutuhan tidur manusia harus dipenuhi setiap hari, agar energi yang terdapat di dalam tubuh dapat dikembalikan sehingga manusia bisa kembali beraktivitas dengan optimal. Kebutuhan tidur orang dewasa berkisar 7-9 jam dalam satu hari.
Jika kebutuhan tidur tidak terpenuhi, maka akan menimbulkan dampak kurang tidur yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam setiap hari, rentan akan terserang berbagai masalah kesehatan. Seperti misalnya masalah dalam kehidupan seks, memori, kesehatan, penampilan, dan berat badan.
Untuk lebih jelasnya mengenai dampak kurang tidur bagi tubuh, berikut ini 10 hal yang membahayakan kamu ketika sering mengalami tidak cukup tidur setiap hari.
Dampak kurang tidur bagi tubuh yang terutama dirasakan adalah munculnya rasa ngantuk di saat sedang bekerja. Dalam banyak kasus, masalah ngantuk di tempat kerja dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang berakibat fatal atau merenggut nyawa manusia.
Dilansir dari Web MD, dampak kurang tidur menyebabkan beberapa kecelakaan kerja yang berakibat fatal, seperti misalnya, kasus kecelakaan nuklir tahun 1979 di Three Mile Island, tumpahan minyak besar-besaran Exxon Valdez, krisis nuklir 1986 di Chernobyl, dan lain-lain.
Selain kecelakaan kerja, dampak kurang tidur bagi tubuh juga menghilangkan konsentrasi saat mengemudi di jalan raya. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas terjadi karena pengemudi mengantuk saat menyetir kendaraan mereka.
Tidur memainkan peran penting dalam berpikir dan belajar. Kurang tidur merusak proses kognitif ini dalam banyak hal, seperti mengganggu perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Kondisi ini membuat lebih sulit untuk belajar secara efisien.
Pada malam hari siklus tidur berperan untuk mengkonsolidasikan ingatan di dalam pikiran. Jika kamu kurang tidur, maka kamu sulit mengingat apa yang kamu pelajari dan alami sepanjang hari.
Gangguan tidur dan kurang tidur kronis dapat menempatkan kamu pada risiko terserang berbagai penyakit serius. Dampak kurang tidur dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh, seperti misalnya terserang penyakit jantung, serangan jantung, gagal jantung, detak jantung tak teratur, tekanan darah tinggi, stroke, dan diabetes.
Orang yang memiliki insomnia atau gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan terlelap dan tetap tertidur, juga memiliki kondisi kesehatan lain.
Dampak kurang tidur bagi kehidupan seks rumah tangga ternyata tidak main-main. Melansir WebMD, diketahui bahwa pria dan wanita yang kurang tidur melaporkan libido yang lebih rendah dan minat yang kurang pada seks. Energi yang terkuras, kantuk, dan ketegangan yang meningkat mungkin menjadi penyebab utama atas kondisi ini.
Untuk pria dengan sleep apnea, dimana kerap mengalami pernapasan berulang kali terhenti saat sedang tidur, mungkin memiliki faktor lain dalam kemerosotan seksual. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism pada tahun 2002 menunjukkan bahwa banyak pria dengan sleep apnea juga memiliki kadar testosteron rendah. Dalam studi tersebut, hampir setengah dari pria yang menderita sleep apnea parah juga mengeluarkan kadar testosteron yang sangat rendah pada malam hari.
Dampak kurang tidur bagi tubuh yang selanjutnya, adalah dapat berkontribusi bagi gejala depresi. Dalam sebuah jajak pendapat di Amerika ditemukan bahwa orang yang didiagnosis dengan depresi atau kecemasan lebih cenderung tidur kurang dari enam jam di malam hari.
Gangguan tidur yang paling umum, insomnia, memiliki kaitan paling kuat dengan depresi. Dalam sebuah penelitian tahun 2007 terhadap 10.000 orang, mereka yang menderita insomnia lima kali lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak menderita insomnia. Faktanya, insomnia seringkali merupakan salah satu gejala pertama dari depresi.
Insomnia dan depresi saling berkaitan. Kurang tidur sering memperparah gejala depresi, dan depresi dapat membuat lebih sulit untuk tertidur. Sisi positifnya, mengobati masalah tidur dapat membantu depresi dan gejalanya, dan sebaliknya.
Kebanyakan orang pernah mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam melewatkan tidur. Kurang tidur yang bersifat kronis juga bisa menyebabkan kulit layu, menimbulkan guratan garis-garis halus, dan lingkaran hitam di bawah mata.
Orang yang tidak cukup tidur, tubuhnya akan melepaskan lebih banyak hormon stres kortisol. Dalam jumlah berlebih, kortisol dapat memecah kolagen kulit yang merupakan protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis.
Kurang tidur juga menyebabkan tubuh melepaskan terlalu sedikit hormon pertumbuhan manusia. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong pertumbuhan. Seiring bertambahnya usia, ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.
Salah satu cara terbaik untuk menjaga ingatan agar tetap tajam, adalah dengan memperbanyak waktu tidur. Dalam suatu penelitian di tahun 2009, peneliti Amerika dan Prancis menetapkan bahwa peristiwa otak yang disebut riak gelombang tajam (sharp wave ripples) bertanggung jawab untuk mengkonsolidasikan memori. Riak juga mentransfer informasi yang dipelajari dari hippocampus ke neokorteks otak, dimana ingatan jangka panjang disimpan. Riak gelombang tajam terjadi sebagian besar selama tingkat terdalam tidur.
Kurang tidur dapat membuat rasa lapar dan nafsu makan meningkat, sehingga dapat menyebabkan obesitas. Menurut sebuah studi yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu, ditemukan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam sehari hampir 30 persen lebih mungkin menjadi gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam.
Kurang tidur tak hanya merangsang nafsu makan, tetapi juga merangsang keinginan untuk makan makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat.
Sebuah penelitian berjudul Whitehall II Study yang dilakukan oleh para peneliti Inggris, menemukan bahwa pola tidur mempengaruhi kematian lebih dari 10.000 pegawai negeri sipil Inggris selama dua dekade. Hasilnya, yang diterbitkan pada tahun 2007, menunjukkan bahwa mereka yang mengurangi waktu tidur mereka dari tujuh menjadi lima jam atau kurang setiap malam hampir dua kali lipat risiko kematian mereka dari semua penyebab. Secara khusus, kurang tidur melipatgandakan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Kurang tidur dapat mempengaruhi penilaian atau interpretasi kamu terhadap suatu kejadian. Hal ini dapat mengurangi kemampuan kamu untuk membuat penilaian yang baik, tidak dapat menilai situasi secara akurat dan bertindak dengan bijaksana.
Penulis Artikel