Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Selama masa pendemi Covid 19, sebagian orang mengalami gejala asam lambung naik. Gejala ini pada umumnya ditandai oleh, antara lain, sensasi terbakar pada bagian dada atau heartburn dan rasa kering pada kerongkongan.
Gejala asam lambung naik, dalam istilah medis disebut Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. Gejala ini dirasakan oleh penderita ketika asam lambung yang berada di dalam lambung naik ke atas melalui saluran kerongkongan.
Asam lambung adalah cairan tidak berwarna, encer, dan bersifat asam yang dihasilkan oleh lambung. Cairan ini berfungsi untuk membantu mencerna protein, mencegah infeksi, dan keracunan makanan, serta memastikan penyerapan vitamin B-12.
Kondisi yang terasa tak nyaman itu dapat semakin memburuk. Terutama bila sehabis makan dan saat tubuh penderita dibaringkan atau dibungkukkan.
Stres
Stres juga dapat mendorong gejala asam lambung naik. Stres yang disebabkan pembatasan kegiatan di luar rumah, kehilangan pekerjaan, kesulitan untuk bertemu keluarga, dan lain sebagainyam, pada masa pandemi, dapat menimbukan gejala asam lambung naik. Sedangkan gejala asam lambung naik tidak berkaitan dengan paparan virus Covid 19 di tubuh pasien. Stres yang timbul di masa pandemi itulah yang menyebabkan gejala asam lambung naik.
Baca Juga : Perbedaan Asam Lambung Naik Ke Dada Dengan Serangan Jantung
Beberapa gejala asam lambung di bawah ini perlu diwaspadai untuk mencegah timbulnya komplikasi.
1. Sulit menelan
Kesulitan menelan merupakan salah satu gejala asam lambung naik yang perlu diperhatikan. Sebab dapat memicu terjadinya peradangan pada kerongkongan. Sulit menelan itu timbul karena saluran kerongkongan menyempit.
2. Sensasi terbakar pada dada hingga kerongkongan
Sensasi nyeri atau panas ini terjadi karena adanya kerusakan lapisan kerongkongan akibat naiknya asam lambung. Jika kian bertambah buruk gejalanya, maka asam lambung di lapisan esofagus akan mengalami peradangan. Peradangan pada esofagus ini disebut esofagitis dan berisiko terhadap cedera, seperti erosi, borok, dan jaringan parut.
3. Radang kerongkongan
Radang kerongkongan juga dapat mengindikasikan gejala asam lambung naik. Malahan asam lambung yang naik itu bisa bocor ke belakangan kerongkongan, apabila tidak diobati.
4. Bau mulut
Bau mulut bisa menjadi pertanda bahwa anda sedang mengalami gejala asam lambung naik. Bau mulut ini disebabkan oleh mengendurnya otot sfingter esofagus (LES) bagian bawah. LES pada orang-orang sehat akan bergerak membuka dan menutup rapat saluran kerongkongan, untuk mengontrol naiknya asam lambung ke saluran kerongkongan. Sebaliknya, LES yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, atau mengalami kerusakan, bisa menyebabkan cairan asam yang tersimpan di dalam lambung naik ke atas melalui saluran kerongkongan. Kondisi tersebut mengakibatkan bau mulut.
5. Mulut terasa asam
Selain bau mulut, gejala asam lambung naik juga ditandai dengan rasa asam pada mulut. Katup yang terletak diantara esofagus dan perut tidak menutup sepenuhnya setelah makan. Sehingga makanan dan asam lambung dapat mengalir kembali ke esofagus. Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya rasa asam dan tidak enak di mulut.
6. Sendawa
Sendawa terjadi karena terlalu berlebihnya oksigen di tubuh dan dikeluarkan melalui saluran pencernaan. Sendawa berlebihan itu juga terjadi karena kerongkongan berusaha menelan tapi mengalami kesulitan. Sering sendawa, dimana sendawa sampai dua hingga tiga kali dalam waktu yang berdekatan juga dapat menjadi gejala asam lambung naik
Baca Juga : Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik
Selain keenam gejala tersebut, gejala asam lambung naik juga bisa ditandai dengan perut kembung, asma, mual, suara serak, dan ingin lebih sering meneguk atau minum air.
Perbedaan gejala asam lambung naik dan gejala Covid 19
Gejala asam lambung naik merupakan gangguan sistem pencernaan pada lambung. Gejala asam lambung sebagaimana telah dipaparkan di atas, berbeda dengan gejala Covid 19.
Pada umumnya penderita Covid 19 akan mengalami gejala mual, muntah, diarea, anoreksia atau kehilangan nafsu makan. Gejala tersebut akan diikuti atau mengikuti gejala lain seperti demam, batuk, sesak nafas, hilang penciuman, dan lidah tidak bisa mengecap rasa makanan.
Jadi, gejala Covid 19 merupakan kondisi gangguan pada sistem pernafasan dan pencernaan dalam waktu yang bersama. Hal tersebut telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo baru-baru ini.
Namun demikian, untuk memastikan gejala yang anda alami saat ini sebaiknya tanyakan kepada dokter.
Jenis gangguan pada lambung
Sebagai salah satu bagian dari sistem pencernaan, fungsi lambung sangat penting. Lambung menjadi tempat menyimpan nutrisi dari makanan maupun minuman sebelum disalurkan ke seluruh tubuh, melalui proses pencernaan dan pengolahan.
Selain GERD, gangguan yang bisa menyerang lambung adalah gastristis, gastroparesis, dan dispepsia.
1. Gastritis
Gastritis adalah kondisi dimana lambung meradang, karena asam lambung yang terlalu kuat, sehingga merusak lapisan yang melindungi lambung. beberapa penyebabnya, adalah kebiasaan minum minuman beralkohol, mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan infeksi dari bakteri H. pylori. Gejala gastritis berupa sakit pada perut bagian atas, kembung, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, serta lebih cepat kenyang.
2. Gastroparesis
Sementara Gastroparesis adalah gangguan lambung karena lambung mengalami perlambatan ketika mencerna makanan. Fungsi lambung terganggu karena otot-otot pada dinding lambung tidak bekerja secara maksimal. Sehingga fungsi lambung untuk mencerna makanan terganggu. Gangguan tersebut umumnya terjadi pada pengidap diabetes. Gejala gastroparesis adalah kram perut, selalu merasa kenyang, hingga muntah setelah makan. JIka tidak diobati, penderita akan mengalami penurunan berat badan.
Baca Juga : Ciri-Ciri Asam Lambung Pada Tubuh
3. Dispepsia
Dispepsia merupakan gangguan lambung yang gejalanya muncul pada bagian perut atas. Penderita akan merasakan gejala tidak nyaman di perut, mudah kenyang, nyeri ulu hati sehabis makan, kembung, mual hingga muntah.
Dispepsia berhubungan gastritis, tukak lambung, hingga kanker lambung. Gangguan ini dapat diatasi dengan pola makan yang sehat dan menghindari gejala penyebabk
Konsultasikan keluhan anda kepada dokter
Konsultasi jarak jauh dengan dokter, yang dilakukan secara on line melalui fitur chat dan video call, dapat Anda pilih dengan menggunakan aplikasi Okeklinik.
OkeKlinik menggunakan teknologi mutakhir untuk tidak hanya menghubungkan pasien dan mitra, dokter dan klinik medis yang berdedikasi. Tetapi juga secara unik menghadirkan paket perawatan Covid ke tempat Anda berada - di rumah. Hal ini adalah cara unik untuk mengintegrasikan teknologi digital, praktik klinis terbaik, dan obat-obatan, serta memberikannya kepada pasien. Ini seperti memiliki klinik di rumah. Ini pasti paling nyaman dan aman bagi pasien kita.
OkeKlini adalah bagian dari upaya nasional untuk memerangi pandemi covid sembari meningkatkan standar kesehatan di tanah air dalam jangka menengah dan panjang.
Anda bisa melakukan Telekonsultasi atau konsultasi secara jarak jauh melalui fitur video call atau chat dengan mitra praktisi medis berpengalaman untuk memberikan asistensi medis kepada Anda.
Layanan lainnya untuk saat ini yang diberikan oleh OkeKlinik berupa paket layanan Corona Care, dan layanan Home Care. Unduh aplikasi OkeKlinik ke ponsel android anda melalui Play Store
Penulis Artikel