Download OkeKlinik App

Temukan Dokter

Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Hidup Sehat

Metode dan Manfaat Sunat Bagi Kesehatan

Artikel dipublikasikan : 7 April 2022 16:47
Dibaca : 202 kali

 

Sunat atau khitan adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Pada umumnya anak laki-laki yang sudah memasuki usia sekolah dasar, yang berusia 7 hingga 10 tahun, di Indonesia akan disunat.  Apa saja manfaat sunat? 

Sunat atau khitan pada mulanya berasal dari ajaran agama. Perintah Tuhan untuk melaksanakan sunat diturunkan kepada Nabi Ibrahim, sekitar abad ke 18 Sebelum Masehi. Nabi Ibrahim menerima perintah Tuhan untuk berkhitan pada saat beliau berusia 80 tahun. 

Selanjutnya, kegiatan berkhitan dianjurkan terus hingga saat ini. Bagi umat muslim, sunat merupakan kewajiban bagi anak laki-laki yang sudah masuk usia akil baligh atau sudah memasuki masa puber. 

Dari segi kesehatan, banyak manfaat sunat yang dirasakan yang berkaitan dengan pencegahan berbagai penyakit. 

Manfaat sunat bagi kesehatan

Melansir RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, berikut ini adalah manfaat sunat bagi kesehatan yang perlu kamu pertimbangkan, sehingga  kamu atau pasanganmu mungkin harus disunat. 

  1. Mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular

Sunat dapat mengurangi resiko infeksi penyakit seksual menular seperti  human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis. 

Namun demikian melakukan aktivitas seks yang aman juga berlaku bagi siapa saja, baik bagi pria yang sudah disunat ataupun belum. Karena resiko penularan penyakit seks menular itu tidak memandang kondisi dan jenis alat kelamin.  

  1. Mencegah penyakit pada penis 

Manfaat sunat berikutnya adalah untuk mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.

Selain itu, pria yang belum sunat juga  memiliki risiko terkena penyakit kelamin parafimosis, atau kondisi ketika kulup dapat ditarik tapi tidak dapat kembali pada posisi semula.

  1. Mengurangi resiko infeksi saluran kemih 

Sunat juga dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat ketimbang orang yang sudah disunat.

  1. Mencegah kanker penis dan kanker serviks pada pasangan

Penyakit kanker dapat dicegah dengan sunat. Pria yang sudah disunat akan menurunkan resiko terkena kanker penis. Selain itu, pria yang disunat juga dapat mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan. Risiko kanker serviks menurun pada wanita yang pasangannya telah menjalani prosedur sirkumsisi.

  1. Membuat kesehatan penis lebih terjaga 

Pria dengan penis yang disunat dapat  lebih mudah membersihkan ujung penis dari sisa-sisa  air kencing, sehingga kesehatan penis akan lebih terjamin dibandingkan dengan pria yang tidak disunat. Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya peradangan, mengingat ujung penis merupakan tepat tumbuhnya bakteri dan jamur. 

Manfaat sunat dalam hubungan seksual

Pria yang tidak disunat dan memiliki kulup yang terlalu panjang akan kehilangan sensasi seksual ketika sedang berhubungan intim dengan istri. Hal ini disebabkan karena kepala penis tidak terangsang secara langsung. Jadi, sunat akan menjadi solusi untuk meningkatkan sensasi seksual. Demikian pula jika kamu memiliki masalah ejakulasi dini. Manfaat sunat akan dapat mengatasi masalah tersebut.

Metode sunat untuk laki-laki

Metode sunat yang dikembangkan hingga saat ini pada dasarnya dilakukan agar proses khitan berlangsung aman dan  pemulihannya juga menjadi lebih cepat. Selain itu, pengembangan atau terobosan dalam metode sunat itu tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga untuk pria dewasa.   

  1. Metode Sirkumsisi atau Konvensional

Metode sunat ini merupakan metode yang paling umum dilakukan, yaitu dengan cara memotong langsung kulup dengan alat potong. Alat yang digunakan adalah gunting atau pisau bedah. Metode konvensional ini minim risiko, dan dapat dilakukan untuk pasien segala usia. Namun, proses pemulihan pasca disunat lumayan lama, dimana membutuhkan perawatan di rumah yang lebih saksama. 

  1. Metode Klem

Metode klem dilakukan dengan cara memasang alat klem di batang penis sesuai dengan ukuran. Setelah itu, kulup dipotong dengan pisau bedah. Klem akan terpasang pada penis hingga luka mengering.

Keunggulan dari  metode klem adalah tidak perlu ada jahitan. Selain itu, juga minim terjadi  perdarahan. Proses penyembuhannya juga berlangsung cepat dan tidak terlalu terlalu nyeri. Namun demikian metode ini terbilang mahal dan klem berisiko menggantung di penis. 

  1. Metode Laser ( Electrical Cauter )

Metode sunat laser dilakukan dengan alat berupa pemanas elektrik. Alat tersebut ditembakkan ke ujung penis, untuk memotong kulup. 

Banyaknya orang tua yang memilih metode laser untuk menyunatkan anak-anaknya adalah karena alasan prosesnya dan pemulihan pasca sunat yang lebih cepat dibandingkan dengan metode sunat yang konvensional. Dalam metode laser tidak banyak dilakukan penjahitan. Demikian pula dengan perdarahan yang terjadi, tidak banyak. Proses penyembuhan dan perawatan bisa lebih cepat dan sederhana. 

Sedangkan kekurangan dari metode ini, adalah kepala penis berisiko ikut terpotong. Selain itu, risiko yang mungkin bisa terjadi akibat sunat laser adalah infeksi, nyeri setelah menjalani sunat, perdarahan setelah sunat, reaksi obat bius lokal, seperti memar dan iritasi kulit, atau reaksi obat bius total yang lebih berat, seperti pusing, mual, dan gangguan pernapasan. 

  1. Metode Stapler

Metode sunat stapler biasanya dipilih oleh pria usia dewasa atau remaja.  Metode ini menggabungkan metode potong serta jahit dengan alat strapler berbentuk lonceng pada bagian dalam, untuk melindungi kepala penis. Untuk memotong kulup dipakai lonceng luar dengan pisau bundar. 

Keunggulan dari metode ini adalah jahitan lebih kuat dan minim perdarahan. Akan tetapi, mirip seperti klem, harga metode stapler terbilang mahal. Stapler juga berisiko menggantung di kepala penis.

Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode sunat yang mana yang terbaik untuk kamu atau anak-anak. Banyak ahli mengatakan bahwa metode konvensional atau sirkumsisi adalah yang paling aman untuk dilakukan. 

Perawatan setelah sunat 

Selesai disunat, beberapa tips perawatan berikut ini penting untuk dilakukan agar bekas luka cepat sembuh. 

  1. Pakailah kain sarung atau celana yang longgar dan nyaman yang berbahan halus. 

  2. Bersihkan luka jahitan pada alat kelamin agar tidak terjadi infeksi. Selain itu, juga perlu konsultasi dengan dokter untuk mengecek pemulihan luka.

  3. Diperbolehkan mandi, tapi hindari berendam dalam waktu yang lama.

  4. Jika ada rasa sakit atau nyeri mungkin bisa diatasi dengan minum obat-obatan pereda nyeri. 

  5. Istirahat yang cukup selam masa pemulihan. 

  6. Bagi pria dewasa, hindari melakukan hubungan intim hingga luka benar-benar sembuh dan kering. 

  7. Bayi yang disunat memerlukan waktu 10 hari untuk masa pemulihan, sedangkan untuk anak-anak dan pria dewasa memerlukan waktu hampir satu bulan untuk masa pemulihan. 

_______________________

Referensi : 

Mayo Clinic (2020). Tests & Procedures. Circumcision (Male).
Durgs (2020). Adult Male Circumcision.
Family Doctor (2020). Circumcision.
Krans, B. Healthline (2018). Circumcision.
HealthXChange Singapore. Circumcision Can Help Prevent Penile Diseases.
Angel, A.A. Medscape (2018). Drugs & Diseases. Circumcision.
Terlecki, R.P. Medscape (2018). Drugs & Diseases. Phimosis, Adult Circumcision, and Buried Penis Treatment & Management.
WebMD (2020). Circumcision.

Hubungi Kami
Terace Mahakam, Jl. Mahakam No.6, Kramat Pela,
Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12130
02122772701
business.support@okeklinik.com
help@okeklinik.com