Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Mudik yang aman dan sehat dengan tetap mencegah penyebaran COVID 19 selama mudik merupakan harapan setiap pemudik pada tahun 2022 ini. Apa saja yang harus disiapkan, dan apa yang harus dihindari, bisa disimak di sini.
Mudik Lebaran merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam, bahkan sebelum zaman kerajaan Majapahit. Istilah mudik dalam Bahasa Jawa berasal dari “mulih dilik” yang artinya pulang sebentar. Sedangkan dalam bahasa Betawi, mudik berasal dari “menuju udik” atau menuju kampung.
Pada zaman dahulu kala, mudik merupakan tradisi para petani Jawa untuk kembali ke kampung tinggalnya. Para perantau kembali ke kampung halaman untuk membersihkan makam leluhur. Momen mudik juga digunakan untuk berdoa memohon rezeki dan keselamatan.
Melansir e-book Mudik Aman dan Sehat yang diterbitkan oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 bekerja sama dengan Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan; berikut adalah hal-hal yang harus kamu siapkan sebelum mudik.
Baca Juga: Begini Protokol Kesehatan Selama Mudik 2022
Kesehatan dan kebugaran fisik kamu sekeluarga adalah persiapan dasar untuk mudik. Terpenting adalah tidak membawa gejala COVID 19 ke kampung halaman. Untuk tetap ikut mencegah penyebaran COVID 19 selama mudik, pastikan bahwa syarat-syarat mudik yang ditetapkan oleh pemerintah telah kamu penuhi. Misalnya, vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk orang dewasa dan atau hasil negatif tes antigen 1x24 jam atau PCR 3x24 jam.
Jangan lupa unduh aplikasi Peduli Lindungi di ponsel masing-masing, lalu isi formulir registrasi. Cek, apakah sertifikat digital vaksin kamu sudah ada di dalamnya.
Sebelumnya, kamu pastikan juga orang-orang yang akan dikunjungi saat mudik dalam keadaan sehat serta terlindungi dari potensi tertular atau menularkan COVID-19.
Pada umumnya mudik dilakukan dengan membawa kendaraan pribadi. Beberapa hari sebelum berangkat mudik, periksa kendaraan, mulai dari mesin, oli, rem, kipas, AC, kaca, tekanan ban, hingga cadangan ban dan komponen lainnya.
Sedangkan bila menggunakan kendaraan umum, upayakan telah siap dengan tiket mudik. Akan lebih baik jika kamu telah membeli tiket balik.
Selain melakukan persiapkan untuk tetap mencegah penyebaran COVID-10, persiapkan bekal perjalanan mudik juga penting. Buatlah daftar barang bawaan untuk mempermudah dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal.
Kemas barang dengan teliti, rapi, dan pastikan membawa barang-barang yang diperlukan saja agar praktis di perjalanan. Pemilihan ukuran tas atau koper sesuai kebutuhan juga hal yang penting agar efektif. Jangan lupa siapkan tas lipat atau tas belanja (shopping bag) untuk berjaga-jaga.
Sediakan obat yang dibutuhkan dan kotak P3K. Jika ada obat pribadi yang harus dibawa, jangan lupa dimasukkan ke dalam kotak. Pastikan membawa masker cadangan yang mencukupi, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan desinfektan selama mudik.
Disarankan membawa alat makan dan botol minum sendiri saat singgah di restoran atau warung makan.
Sebelum melakukan perjalanan mudik, siapkan semua biaya untuk kebutuhan perjalanan. Atur setiap item pengeluaran, termasuk alokasi dana angpao yang akan dibagi-bagikan pada saat Hari Raya Idul Fitri di kampung. Siapkan dana cadangan untuk keperluan tak terduga selama di kampung halaman.
Sebelum meninggalkan rumah, pastikan keamanan rumah yang akan ditinggal mudik. Cabut kabel saluran listrik, matikan kompor, cabut selang dari tabung gas, serta aliran air.
Pastikan untuk tetap menjaga kapasitas akomodasi di tempat tujuan agar tidak terlalu penuh. Jika kapasitas penuh, disarankan memilih hotel atau penginapan yang memenuhi standar CHSE.
CHSE adalah singkatan dari Cleanliness atau kebersihan, Health atau kesehatan, Safety atau keamanan, dan Environment Sustainability atau kelestarian lingkungan.
Agar tetap selalu mencegah penyebaran COVID-19 dan keamanan selama mudik, berikut ini hal-hal yang harus dihindari.
Saat mengalami kelelahan dan kantuk dalam perjalanan, terutama saat menyetir kendaraan, jangan memaksakan diri. Istirahatlah di rest area atau pda tempat-tempat yang aman.
Sebelum dan saat mengemudi, jangan coba-coba minum obat yang berefek kantuk. Hal ini dapat mengundang bahaya kecelakaan.
Obat-obat yang berefek mengantuk diantaranya adalah obat antihistamin, obat anti alergi, obat pereda nyeri golongan opioid (morfin, fentanil, tramadol dan sebagainya), obat kejang (antikonvulsan), obat batuk pilek yang mengandung pseudoefedrin hcl atau dextromethorphan, dan obat penenang atau obat tidur.
Jangan makan sembarangan atau menerima makanan dari orang yang tidak dikenal selama mudik. Sebab kita tidak pernah tahu apakah makanan tersebut halal dan higienis.
Bermain gadget atau handphone saat berkendara selama mudik dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Hindari! Jika ada panggilan mendesak, sebaiknya pinggirkan dan hentikan kendaraan sebelum menjawab panggilan.
Patuhilah setiap rambu-rambu lalu lintas, dan jangan coba-coba melanggar aturan lalu lintas hanya karena ingin segera sampai ke tujuan. Hal ini dapat sangat membahayakan keselamatan.
Setiap orang yang sedang melaksanakan perjalanan mudik wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M. Yaitu:
Saat berada di area publik, jangan menyentuh barang atau properti publik. Mungkin saja virus menempel di permukaan barang-barang tersebut.
Penerbangan pesawat udara yang kurang dari 2 jam tidak mengizinkan penumpangnya untuk makan dan minum di pesawat. Patuhi aturan ini, agar tetap mencegah penyebaran COVID-19 selama mudik.
Rest area yang tersedia di berbagai titik jalur mudik biasanya dipenuhi orang untuk melepas lelah dan melakukan beberapa aktivitas. Jika dalam perjalanan mudik kamu berhenti di rest area, jangan buang air kecil dan buang air besar sembarangan.
Kurangi intensitas ke toilet umum atau fasilitas lain yang digunakan banyak orang. Jika terpaksa, pastikan membersihkan tangan secara rutin setelah memegang benda di toilet umum.
Kamu bisa ikuti beberapa tips bugar berikut, agar perjalanan mudik yang cukup jauh dengan mengemudi kendaraan pribadi berlangsung aman.
Kondisi sehat dan prima, tidur minimal 6 jam sebelum berangkat.
Perbanyak konsumsi buah, sayur dan air putih saat sahur, kurangi karbohidrat.
Atur manajemen perjalanan dengan matang dan persiapkan antisipasinya.
Mengemudi santai agar terhindar dari kelelahan.
Gunakan aplikasi navigasi untuk membantu menemukan jalan alternatif jika terjadi kemacetan.
Kenali batas kemampuan diri. Istirahatkan tubuh setelah menempuh 4 jam, akan lebih baik ada pengemudi pengganti.
Manfaatkan pos Kesehatan dan rest area yang disediakan.
Sediakan bekal yang cukup.
Penulis Artikel