Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau yang biasa disebut asam lambung naik, adalah salah satu kondisi yang bisa saja timbul selama puasa. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Berikut tips mencegah GERD selama puasa.
Puasa kadang dikhawatirkan oleh sebagian orang yang mempunyai masalah dengan GERD atau asam lambung naik. Gejala GERD berupa nyeri, sulit menelan, kerongkongan kering, ulu hati perih, sensasi seperti terbakar di dada (heartburn) tentu saja tidak nyaman dirasakan selama puasa berlangsung. Apalagi jika kondisi yang tak nyaman itu dapat semakin memburuk, terutama sehabis makan dan saat tubuh berbaring dan membungkuk.
Asam lambung adalah cairan tidak berwarna, encer, dan bersifat asam yang dihasilkan oleh lambung. Cairan ini berfungsi untuk membantu mencerna protein, mencegah infeksi, dan keracunan makanan, serta memastikan penyerapan vitamin B-12.
Asam lambung yang naik ke dada dan kerongkongan dapat terjadi apabila katup antara kerongkongan dan lambung melemah atau mengalami gangguan.
Baca Juga: Gejala Asam Lambung Naik Berhubungan dengan Covid 19?
Penyebab melemahnya katup yang berada di antara kerongkongan dengan lambung itu belum dapat diketahui secara pasti.
Namun, beberapa hal dapat meningkatkan risiko terserang GERD, seperti kondisi medis tertentu yang meliputi radang kerongkongan (esofagitis), radang lambung (gastritis), perlambatan gerakan lambung (gastroparesis).
GERD juga bisa terjadi karena adanya kelainan bawaan di lambung, seperti hernia hiatus dan gastroschisis.
Selain itu, juga dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas, infeksi bakteri H. pylori, kebiasaan merokok dan sering terpapar asap rokok, efek samping obat-obatan tertentu seperti aspirin, konsumsi makanan berlemak, cokelat, kopi, konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, dan stres.
Asam lambung naik saat puasa umumnya disebabkan oleh kondisi lambung yang kosong terlalu lama. Ketika lambung kosong atau tak memiliki sesuatu untuk dicerna, maka kondisi ini dapat membuatnya bergejolak dan asam lambung naik ke kerongkongan.
Puasa masih bisa dilakukan oleh pengidap GERD asalkan mengikuti petunjuk. Berikut ini tips untuk mencegah GERD selama puasa.
Makanan yang baru terisi di dalam lambung pada saat sahur mungkin bisa terdorong naik ke kerongkongan apabila kamu langsung tidur sehabis makan sahur. Selepas makan sahur biasanya produksi asam akan meningkat. Kalau tubuh langsung berbaring, asam lambung akan naik mengalir ke esofagus.
Jadi, biarkan makanan terserap dulu, sebelum berbaring tidur. Jeda waktu agar GERD selama puasa tidak kambuh adalah minimal 3 jam setelah makan sahur atau berbuka puasa.
Baca Juga: 6 Obat Herbal Untuk Mengatasi Asam Lambung Naik
Buka puasa kadang menjadi ajang untuk “balas dendam” setelah seharian menahan lapar dan haus. Porsi makan besar yang dimakan sekaligus saat buka puasa dapat memicu timbulnya GERD setelah berpuasa.
Untuk mencegah timbulnya GERD, sebaiknya makan makanan berbuka puasa secara bertahap dalam porsi kecil-kecil. Jangan langsung makan dalam porsi besar yang bikin lambung langsung terisi penuh. Kunyah makanan perlahan-lahan sebelum ditelan.
Makan secara bertahap, dalam dua atau tiga sesi, dengan porsi kecil adalah lebih baik. Cobalah lakukan saat berbuka. Hal ini akan membuat lambung terus terisi tanpa memicu terjadinya pembesaran secara berlebihan.
Makanan yang terlalu berlemak dan berminyak tidak mudah dicerna dan sebaiknya dihindari pada saat puasa. Demikian pula makanan yang terlalu asam, pedas, dan makanan yang mengandung gas seperti kol, sawi, serta nangka.
Saat berbuka puasa sebaiknya konsumsi sup hangat dengan kuah, terutama bila perut sedang terasa tidak nyaman.
Saat sahur, sebaiknya hindari susu full-cream atau keju, karena kandungan lemaknya bisa meningkatkan produksi asam lambung.
Makanan yang bisa mengendurkan sfingter esofagus bawah sehingga timbul GERD adalah makanan yang digoreng (berminyak), daging tinggi lemak, mentega dan margarin, mayones saus krim, saus salad, produk olahan susu, cokelat, permen, minuman berkafein seperti minuman ringan, kopi, teh, dan kakao.
Baca Juga: Perbedaan Asam Lambung Naik Ke Dada Dengan Serangan Jantung
Minuman segar bersoda memang sangat menggoda saat berbuka puasa. Namun bagi para penderita GERD, minuman bersoda sewaktu berbuka puasa akan memicu asam lambung naik. Minuman bersoda akan menghasilkan gas yang membuat jadi sering sendawa dan mendorong naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Selama puasa sebaiknya kurangi konsumsi kopi. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi juga bisa meningkatkan resiko asam lambung naik. Kurangi atau bahkan lebih baik dihindari minum kopi saat berbuka puasa atau saat sahur. Kandungan kafein kopi dapat mengganggu kinerja sfingter esofagus bagian bawah.
Keseimbangan nutrisi perlu dijaga selama puasa, terutama bagi pengidap GERD. Menjaga pola makan saat berbuka puasa dan sahur, dengan memperbanyak makan sayuran dapat membantu untuk melawan asam lambung, dan membantu mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
Untuk mencegah munculnya GERD selama puasa, atur posisi tidur. Posisikan bagian atas tubuh lebih tinggi dari kaki, dan bukan sebaliknya. Gunakan dua bantal yang ditumpuk agar bagian atas tubuh menjadi lebih tinggi dari kaki.
Posisi tidur miring ke kiri juga dapat membuat gejala asam lambung menjadi lebih baik. Penelitian menyebutkan bahwa tidur miring ke kiri lebih dapat membantu penderita asam lambung naik dari pada tidur miring ke kanan. Selain miring ke kiri, posisi bagian atas tubuh tetap dalam posisi lebih tinggi dari kaki.
Mempertahankan berat badan ideal dapat membantu mencegah GERD selama puasa. Sebaliknya, berat badan yang membengkak akan menyebabkan struktur otot yang menyokong sfingter esofagus akan mengembang, sehingga kinerja otot tersebut untuk mengatur asam lambung terganggu. Inilah salah satu kondisi penyebab asam lambung bisa naik ke kerongkongan.
Baca Juga: Mempertahankan Berat Badan Ideal di Bulan Puasa
Pertimbangkanlah untuk menjadikan momentum puasa sebagai momen untuk menurunkan berat badan menjadi berat ideal.
Salah satu faktor risiko penyebab terjadinya GERD selama puasa adalah merokok. Perokok aktif maupun pasif sama buruknya bagi terjadinya asam lambung naik. Berbagai masalah dapat ditimbulkan dari merokok terhadap GERD. Misalnya, menyebabkan heartburn, mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan, menyebabkan perut kosong lebih lambat, dan memproduksi lebih banyak asam lambung. Berhenti merokok dapat dilakukan untuk mengurangi gejala atau menurunkan risiko terkena penyakit asam lambung berulang.
Demikianlah tips mencegah GERD selama puasa yang bisa dilakukan. Jangan ragu untuk tetap menjalankan ibadah puasa kamu, ya!
Penulis Artikel