Komunikasikan masalah kesehatan dengan mudah

Perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 2022 ini akan berlangsung normal kembali. Berbagai acara halal bihalal, open house, saling mengunjungi rumah sanak famili, sahabat, kerabat, dan tetangga untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan akan kembali dilakukan. Agar kita tetap dapat menekan penularan COVID-19, berikut panduan dan protokol kesehatan selama Lebaran yang perlu dilakukan.
Hari Raya Idul Fitri 1443 H akan berlangsung pada Senin 2 Mei 2022 besok. Sejumlah area publik akan ramai dikunjungi masyarakat. Tempat-tempat tertentu biasanya ramai didatangi selama Hari Lebaran sehingga dapat menjadi titik-titik waspada penularan COVID-19.
Jadi, protokol kesehatan selama Lebaran yang dikeluarkan oleh Satgas Penanggulangan COVID-19 penting untuk dilakukan.
Protokol kesehatan selama Lebaran yang mendasar adalah melakukan 3M, yakni, meliputi sebagai berikut :
Memakai masker
Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer
Jika kamu mengadakan acara open house di rumah, disarankan untuk menyediakan air mengalir untuk mencuci tangan, dan sabun atau hand sanitizer, agar tamu-tamu yang datang bisa menerapkan protokol kesehatan 3M selama Lebaran.
Protokol kesehatan 3M selama Lebaran juga wajib dilakukan oleh setiap orang yang melaksanakan perjalanan.
Demikian pula saat berada di tempat-tempat umum yang menjadi titik-titik waspada penularan COVID-19 seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU), mall, bioskop, tempat wisata, rest area, dan lain-lain.
Titik-titik waspada penularan COVID-19
Berikut ini adalah titik-titik waspada penularan COVID 19 yang perlu diperhatikan dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan 3M.
Perayaan Hari Raya Idul Fitri diawali dengan melaksanakan Sholat Ied berjamaah di masjid atau tanah lapang pada pagi hari, sekitar pukul 07.00. Selesai sholat kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan khutbah. Sholat Ied dan khutbah biasanya berlangsung kurang lebih satu jam. Beribadah di tempat ibadah bersama dengan banyak orang dapat meningkatkan potensi penularan COVID-19. Masjid dan lapangan adalah titik-titik waspada penularan COVID 19 yang harus diwaspadai. Protokol kesehatan perlu dipatuhi oleh semua jamaah.
Selepas sholat Ied, pada umumnya perayaan Lebaran dilanjutkan dengan berkumpul di rumah masing-masing untuk saling bermaaf-maafan dengan keluarga inti. Kemudian open house dilangsungkan, untuk menerima kunjungan dari tetangga dan sanak famili.
Jadi, rumah tinggal pribadi yang menggelar acara open house juga wajib untuk mematuhi protokol kesehatan 3M selama Lebaran ini.
Salah satu tradisi Lebaran yang dilakukan umat muslim di Indonesia adalah melakukan ziarah kubur ke pemakaman dimana orang tua, saudara, kaum kerabat mereka dimakamkan. Hal ini biasanya dilakukan setelah Sholat Ied di pagi hari.
Tak ayal, berbagai Tempat Pemakaman Umum akan dipenuhi oleh kerumunan pengunjung. Banyaknya masyarakat yang melakukan ziarah dapat menimbulkan keramaian di pemakaman.
Untuk mencegah risiko penularan Covid-19 di TPU, patuhi protokol kesehatan 3M agar ziarah kubur selama Lebaran tetap dapat berlangsung dengan aman dan terlindungi dari penularan virus.
Protokol kesehatan 3M selama Lebaran juga wajib dilaksanakan dalam kegiatan berkumpul dengan interaksi tinggi dan durasi panjang seperti halalbihalal. Kerumunan orang di tempat penyelenggaraan acara halalbihalal dapat meningkatkan risiko penularan.
Momen Idul Fitri sering dimanfaatkan sebagai waktu berlibur dapat meningkatkan potensi keramaian di tempat wisata. Tempat-tempat wisata pada umumnya akan ramai dikunjungi masyarakat mulai dari hari pertama atau kedua Lebaran hingga beberapa hari berikutnya. Banyaknya masyarakat yang datang ke tempat wisata dapat meningkatkan resiko penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, protokol kesehatan 3M wajib dipatuhi selama kunjungan wisata Lebaran.
Pusat-pusat perbelanjaan juga merupakan tempat yang seringkali ramai oleh kunjungan masyarakat pada masa liburan Lebaran. Hal ini berpotensi menjadi episentrum penularan COVID-19. Jangan abaikan protokol kesehatan 3M selama libur Lebaran di pusat perbelanjaan atau mal yang kamu kunjungi.
Pelaksanaan Sholat Ied pada tahun ini sudah kembali normal. Namun, kamu tetap harus mematuhi protokol kesehatan dan panduan dari Satgas Penanganan COVID 19 sebagai berikut.
Yang utama, pastikan diri dalam keadaan sehat.
Salat Ied dianjurkan dilaksanakan di lapangan terbuka atau jika di masjid dengan kondisi jendela dan pintu dibuka terbuka, untuk memastikan sirkulasi udara baik serta pelaksanaannya memperhatikan dan mengikuti Inmendagri dan Surat Edaran Kemenag yang berlaku:
Hindari kontak langsung dengan jamaah lain.
Bawa alat ibadah masing-masing.
Setelah selesai, upayakan segera pulang ke rumah masing masing.
Hindari berinteraksi dengan banyak orang di tempat ibadah.
Jika akan mengadakan silaturahmi agar memakai masker ganda dan menjaga jarak.
Panduan silaturahmi/halal bihalal yang aman saat Lebaran
Acara silaturahmi/halal bihalal secara tatap muka boleh dilakukan selama perayaan Lebaran tahun ini. Namun, halalbihalal secara virtual lebih dianjurkan untuk menghindari potensi timbulnya kerumunan dan penularan COVID-19.
Melansir Satgas COVID-19 dalam E-book Mudik Aman dan Sehat, berikut panduan untuk mengadakan acara silaturahmi/halalbihalal:
Jika akan mengikuti kegiatan halal bihalal tatap muka, pastikan dalam keadaan sehat. Jika mengalami gejala atau sedang sakit, hindari dulu aktivitas halalbihalal.
Hindari kerumunan dan kontak fisik (berjabatan tangan, berpelukan, dll) dengan orang lain.
Cukup menyapa dengan melakukan gestur 'salam'.
Persingkat durasi kegiatan dan batasi jumlah orang yang hadir dalam halalbihalal
Hindari kegiatan makan bersama, kalaupun iya, usahakan makanan dibawa pulang.
Jika harus makan, pastikan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak berbicara selama makan
Apabila menyediakan makanan, disarankan makanan sudah disajikan dalam kemasan untuk setiap orang.
Bila ingin melakukan ziarah kubur, pastikan terlebih dahulu kamu dalam kondisi sehat. Kemudian pastikan untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M. Yaitu, pertama, wajib pakai masker medis atau masker ganda. Kedua, Jagalah jarak minimal 1,5 meter dengan peziarah lain dan hindari interaksi fisik dengan orang lain. Ketiga, cuci tangan dengan benar menggunakan air mengalir dan sabun sebelum dan setelah masuk area pemakaman.
Jika kamu ingin berbelanja baju Lebaran di pusat-pusat perbelanjaan, pastikan kondisi kamu sehat sebelum keluar rumah. Selanjutnya, lakukan sebagai berikut:
Disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti pakai masker medis atau masker ganda
Jaga jarak serta sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer setelah menyentuh barang
Jangan memaksakan diri masuk jika pusat perbelanjaan padat pengunjung
Saat di tempat perbelanjaan, hindari menyentuh area dan barang publik
Jika berbelanja, utamakan membayar dengan metode pembayaran non-tunai
Penulis Artikel